DI-MLDR (DI-Multifunction LDR)

Untuk Pemesanan

Deskripsi Perangkat Modul:

DI-MLDR (DI-Multifunction LDR) adalah modul sensor cahaya berbasis sensor LDR (Light Dependent Resistor) atau biasa juga disebut dengan photoresistor, yaitu komponen elektronika yang bersifat resistif yang resistansi berubah jika kecerahan cahaya yang mengenai permukaannya berubah. Modul sensor ini didisain untuk banyak fungsi yang berkaitan dengan aplikasi cahaya (lihat aplikasi).

Gambar 1. Layout rangkaian sensor DI-MLDR.

Gambar 2. Paket DI-MLDR
(DI-MLDR, resistor-resistor referensi, dan kabel pelangi 5 lajur).

Tabel 1. Fungsi PIN

PIN

Fungsi

_1 _GND _Sumber tegangan (-) rangkaian
_2 _VCC _Sumber tegangan (+) rangkaian
_3 _ANA _Vout analog (0 – 5 VDC)
_4 _CTRL _Kendali LED (0 = nyala; 1 = padam)
_5 _COMP _Vout diskrit (logika 0 dan 1)

Tabel 2. Tingkat Referensi Kecerahan dengan R-ref1 dan R-ref2.

R-ref1

(K Ohm)

R-ref2

(K Ohm)

Vref

(Volt)

COMP Aktif

(Data COMP = 0)

HI-Z 1,8 0,66 _Terang s.d Gelap
HI-Z 5,1 1,26 _Cukup Terang s.d Gelap
HI-Z 15 1,88 _Sedikit Terang s.d Gelap
HI-Z HI-Z 2,50 _Sedikit Gelap
15 HI-Z 3,12 _Cukup Gelap
5,1 HI-Z 3,74 _Gelap
1,8 HI-Z 4,34 _Sangat Gelap

Keterangan Tabel:
Hi-Z = impedansi tinggi = R-ref tidak dipasang.
1K8 = coklat-kelabu-merah-emas
5K1 = hijau-coklat-merah-emas
15K = coklat-hijau-jingga-emas

Aplikasi:

  • Pengukur kecerahan cahaya (iluminasi).
  • Pendeteksi warna benda.
  • Pendeteksi siang / malam.
  • Pendeteksi garis (line detector).
  • Pendeteksi keberadaan benda.

Spesifikasi:

  • Menggunakan sensor cahaya LDR (Light Dependent Resistor) atau biasa juga dikenal dengan photoresistor.
  • Tegangan operasi: 3,5 – 5,5 VDC.
  • Terdapat dua jenis keluaran (output):
    • Analog: 0 VDC s.d 5 VDC.
    • Digital / Diskrit: Logika 0 dan Logika 1.
  • Terdapat dua buah LED (Light Emitting Diode) berwarna putih terang berdiameter 3 mm yang dapat dikendalikan nyala dan padamnya (on/off).
  • Tingkat referensi pembanding kecerahan yang dapat diatur untuk keluaran digital.

Petunjuk Penggunaan:

I. Mengukur Kecerahan Cahaya

  1. Hubungkan PIN VCC ke tegangan sumber positif (3,5 – 5,5 VDC) dan PIN GND ke tegangan sumber negatif atau nol.
  2. Hubungkan PIN ANA ke input ADC atau input pin mikrokontroler yang memiliki fasilitas ADC.
  3. Data terukur adalah tingkat kecerahan di sekitar sensor. Semakin gelap, semakin besar tegangan analog keluaran sensor.

II. Mendeteksi Warna Benda

  1. Ulangi langkah 1 dan 2 di atas.
  2. Hubungkan PIN CTRL ke pin mikrokontroler atau perangkat kendali lainnya.
  3. Nyalakan LED dengan memberi logika 0 ke PIN CTRL untuk mereduksi pengaruh cahaya lingkungan.
  1. Dekatkan objek BERWARNA pada modul DI-MLDR untuk dibaca pantulan cahayanya. Semakin gelap, semakin besar tegangan analog keluaran sensor.

III. Mendeteksi Siang / Malam

  1. Ulangi langkah 1 pada Sub I. di atas.
  2. Hubungkan PIN COMP ke pin mikrokontroler atau perangkat kendali lainnya.
  3. Data dari COMP akan berupa diskrit: COMP akan berlogika 0 (0 VDC) saat malam (gelap) ditandai dengan menyalanya LED indikator berwarna hijau, dan COMP akan berlogika 1 (5 VDC) saat siang (terang).
  4. Tingkat referensi kecerahan siang dan malam dapat diatur dengan menambahkan resistor pada R-ref1 dan atau R-ref2 (lihat tabel 2).

IV. Mendeteksi Garis (Line Detector)

  1. Ulangi langkah 1 dan 2 di atas.
  2. Hubungkan PIN CTRL ke pin mikrokontroler atau perangkat kendali lainnya.
  3. Nyalakan LED dengan memberi logika 0 ke PIN CTRL untuk mereduksi pengaruh cahaya lingkungan.
  4. Dekatkan objek GARIS pada modul DI-MLDR untuk dibaca pantulan cahayanya.  Data dari COMP akan berupa diskrit: COMP akan berlogika 0 (0 VDC) saat mendeteksi garis (gelap) dengan ditandai dengan menyalanya LED indikator berwarna hijau, dan COMP akan berlogika 1 (5 VDC) saat mendeteksi lingkungan sekitar garis. (Catatan: harus ada perbedaan tingkat kecerahaan warna yang signifikan antar garis dan lingkungannya, untuk contoh di atas warna garis lebih gelap dibandingkan lingkungannya).
  5. Tingkat referensi kecerahan garis dan lingkungannya dapat diatur dengan menambahkan resistor pada R-ref1 dan atau R-ref2 (lihat tabel 2).

V. Mendeteksi Keberadaan Benda

  1. Ulangi langkah 1 di atas.
  2. Gunakan laser-pointer atau rangkaian LED sebagai sumber cahaya.
  3. Arahkan cahaya dari sumber cahaya ke permukaan LDR.
  4. Beri jarak antara sumber cahaya dan modul DI-MLDR sebagai lajur gerak benda. (Saat objek melewati lajur tersebut, cahaya dari sumber cahaya akan terhalangi olehnya).
  5. Data dari COMP akan berupa diskrit: COMP akan berlogika 0 (0 VDC) saat objek menghalangi cahaya yang menuju permukaan LDR ditandai dengan menyalanya LED indikator berwarna hijau, dan COMP akan berlogika 1 (5 VDC) saat cahaya mengenai permukaan LDR.
  6. Tingkat referensi kecerahan dapat diatur dengan menambahkan resistor pada R-ref1 dan atau R-ref2 (lihat tabel 2).

Rangkaian LDR:

Gambar 2. Rangkaian Sensor LDR*.

*Rangkaian ini adalah rangkaian dasar dari sensor LDR. Pada DI-MLDR, rangkaian telah mengalami sedikit perubahan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s