Rangkaian Pembagi Tegangan (Analisis)

Analisis

Berdasarkan Hukum Ohm:

V = I.R

Dan selanjutnya dikatakan bahwa nilai resistansi, R, tidak tergantung terhadap I atau V. Dengan demikian nilai resistansi, R, adalah bergantung terhadap nilai resistansi, R, yang diberikan.

Jika dilihat dari rangkaian, nilai tegangan sumber, V, sudah ditetapkan. Dengan demikian, variabel yang berubah adalah besar arus, I. Sehingga hukum Ohm dituliskan menjadi:

I = V / R

Dan karena R1 dan R2 disusun secara seri, dan sistem di atas hanya terdiri atas satu loop. Maka nilai R = R1 + R2. Sehingga:

I = V / (R1 + R2)

Dengan demikian, nilai VR1 dapat dipenuhi dengan persamaan:

VR1 = I.R1

VR1 = [V/(R1+R2)].R1

VR1 = [R1/(R1+R2)].V

Dan dengan proses yang sama, VR2 dapat dipenuhi dengan persamaan:

VR2 = [R2/(R1+R2)].V

Rangkaian resistor seperti di atas disebut sebagai Voltage Divider / Rangkaian Pembagi Tegangan.

Pembuktian Terbalik
Hukum Kirchhoff Tegangan menyatakan bahwa jumlah tegangan sumber adalah sama dengan jumlah tegangan-jatuh pada loop tertutup:

V = VR1 + VR2

V = [R1/(R1+R2)].V + [R2/(R1+R2)].V

V = [(R1+R2)/(R1+R2)].V

 V = V -> TERBUKTI

Aplikasi Rangkaian Pembagi Tegangan

Rangkaian pembagi tegangan biasa digunakan untuk mendeteksi perubahan nilai resistansi dari sensor-sensor yang bersifat resistif, sebagai contoh pada rangkaian LDR:

Dengan rangkaian pembagi tegangan seperti di atas, intesitas cahaya dapat diukur dengan mengukur nilai tegangan VLDR (dalam volt). Karena intensitas cahaya akan mempengaruhi nilai resistansi LDR yang dengan demikian akan mempengaruhi pula nilai VLDR.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s