DI-Smart ACS712-5A (Electric-Current Sensor 5A)

dins-background white-wide-dins-only

Untuk Pemesanan

Deskripsi:

DI-Smart ACS712-5A adalah modul sensor arus listrik AC maupun DC. Keluaran (output) dari sensor adalah sinyal analog yang proporsional terhadap arus listrik yang mengalir di antara pin pendeteksi-nya.

Gambar 1. Layout Posisi Komponen DI-Smart ACS712-5A (Electric Current Sensor 5 A).

Aplikasi:

Sensor / pengukur arus listrik AC maupun DC.

Spesifikasi:

  • Menggunakan sensor arus listrik terkalibrasi produk Allegro MicroSystems, Inc., ACS712ELCTR-5A-T, sebagai komponen utama.
  • Spesifikasi sensor ACS712ELCTR-5A-T:
  • Masukan (input) menggunakan dua pasang terminal power hitam yang mampu menahan arus listrik yang besar, sehingga mudah dalam instalasi.
  • Keluaran (output) menggunakan tiga terminal power hijau.
  • Maksimal pengukuran: 5 A.
  • Sensitivitas keluaran: 185 mV/A (analog).
  • Tegangan keluaran proporsional terhadap arus masukan (input) AC ataupun DC.
  • Tegangan offset keluaran yang sangat stabil.
  • Hysterisis akibat medan magnet mendekati nol.
  • Rasio keluaran sesuai tegangan sumber.
  • Tegangan sumber: 4.5VDC – 5.5VDC.

12 thoughts on “DI-Smart ACS712-5A (Electric-Current Sensor 5A)

    1. Untuk tabel kami tidak ada.
      Tapi berdasarkan datasheet, maka sensitivitas-nya adalah 185 mV/1A. Jika yang terukur 1A, maka keluarannya 185 mV.
      Walaupun demikian, akan lebih baik jika dilakukan kalibrasi lebih lanjut.

      Semoga sukses…

      Suka

  1. tadi anda bilang jika input sensor 1 A,maka outputnya 185mV
    kalau max yg terukur 5 A, berarti max output sekitar 925mV.
    Berapa nilai range tegangan output dari kit modul sensor yg anda buat ?🙂
    Thanks

    Suka

    1. Sdr. Fajar,
      ACS712 adalah sensor arus yang bisa untuk mengukur tegangan AC maupun DC.
      Yang penting untuk diketahui:
      1. Saat nol ampere = tidak ada arus, maka output dari sensor adalah VCC/2. Jika VCC = 5V, maka output adalah 2,5V.
      2. Jangkauan pengukuran adalah 0V – VCC.
      3. Saat arus yang diukur adalah positif (IP+ -> IP-), maka output dari sensor adalah (VCC/2)+(NILAI BESAR ARUS/REFERENSI)
      4. Saat arus yang diukur adalah negatif (IP- -> IP+), maka output dari sensor adalah (VCC/2)-(NILAI BESAR ARUS/REFERENSI)
      Jadi untuk pertanyaan Sdr. Fajar, jawabannya adalah nilai tersebut adalah selisih terhadap VCC/2
      Semoga mendapat pencerahan.
      Salam.

      Suka

  2. Dear dins,
    modul sensor ACS712 mana yang tepat untuk pengukuran arus baterai 48V/20Ah dengan beban driver motor+motor BLDC 58V/800WATT, apakah ACS712-5A atau 20A atau 30A?

    Dan bagaimana referensi wiring diagram dengan beban tersebut diatas?

    Mohon arahan sebab saya mau order tapi tipe sensor mana yang sesuai dengan aplikasi saya tersebut diatas…
    Mohon pencerahan secara detail, supaya saya dapat menentukan order modul sensor DI-SMART ACS712 nya.

    Terimakasih sebelumnya.

    ec.pitzdezign@gmail.com

    Suka

    1. Maksimal arus dalam suatu sistem pasti dibatasi oleh sumber tegangannya (power supply), yang dalam kasus Agan ada di 48V/20Ah. Jika memang demikian, artinya maksimal yang bisa diberikan oleh baterai tersebut adalah 20A. Sepertinya sebaiknya pakai yang 20A. Semoga lancar.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s