DAC (Digital to Analog Converter)

Digital to Analog Converter

DAC = Digital to Analog Converter adalah suatu perangkat elektronika yang mengubah suatu data yang diskrit terhadap waktu (digital) menjadi suatu data yang kontinu terhadap waktu (analog).

*Kontinu = proses berkesinambungan, dapat dianalogikan seperti jalanan yang menanjak, posisi antara titik satu dengan yang berikutnya tidak terlihat nyata perbedaannya.

**Diskrit = kebalikan dari kontinu, lompatan, dapat dianalogikan seperti anak-anak tangga, posisi satu anak tangga ke yang berikutnya terlihat nyata, terlihat lompatan antar posisi.

Walaupun banyak metode konversi dalam DAC, jika digeneralisasi proses dalam DAC terbagi atas tiga bagian:

  1. Peng-kode-an
  2. Peng-kuantisasi-an
  3. Peng-kalkulasi-an

DAC Block DiagramGambar 1. Diagram Blok Penyusun DAC.

  1. Peng-kode-an adalah proses penyusunan sistematis data input menjadi suatu bilangan biner sempurna, mulai dari LSB sampai dengan MSB, yang dapat diproses oleh DAC. Jika input berupa data digital paralel, maka proses Peng-kode-an hanya merupakan jalur penghubung antara input dengan proses selanjutnya. Tetapi jika input merupakan data digital serial, maka proses Peng-kode-an menjadi suatu proses yang melibatkan ‘Clock-reference’ untuk mengubah data serial menjadi suatu bilangan biner seperti pada Gambar 2.

DAC Peng-kode-anGambar 2. Proses Peng-kode-an Data Serial menjadi Data Biner.

  1. Peng-kuantisasi-an adalah proses pemilahan bit-bit biner data input ke dalam kanal-kanal yang bersesuaian dengan level nilai analognya. Proses ini melibatkan tegangan referensi sebagai nilai maksimal hasil konversi. Pada umumnya hasil keluaran dari kanal-kanal kuantisasi adalah arus listrik untuk mempermudah proses penggabungannya di proses ketiga.
  1. Peng-kalkulasi-an adalah proses menggabungkan dan mengkalkulasi keluaran dari kanal-kanal di proses kedua menjadi tegangan analog. Rangkaian tersederhana berupa penambahan resistor dapat diterapkan pada proses ini jika keluaran dari kanal kuantisasi berupa arus listrik, V=I.R. Tetapi jika menginginkan tegangan analog yang dihasilkan DAC stabil, maka sebaiknya ditambahkan rangkaian ‘Operasional Amplifier’. Proses kerja lengkap dari DAC dapat dilihat pada Gambar 3.

DAC Design DiagramGambar 3. Diagram Blok Proses Kerja DAC.

Rujukan

  1. http://www.springer.com/cda/content/document/cda_downloaddocument/9789400703469-c2.pdf?SGWID=0-0-45-1052037-p174059071
  2. http://www.daenotes.com/electronics/digital-electronics/digital-to-analog-converters
  3. https://en.wikipedia.org/wiki/Digital-to-analog_converter
    http://www.analog.com/library/analogdialogue/archives/43-09/EDCh%206%20Converter.pdf
  4. http://www.tek.com/blog/tutorial-digital-analog-conversion-%E2%80%93-r-2r-dac

TW: @deni_dins
FB: https://www.facebook.com/depokinstruments/

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s