Fungsi Transfer DRN136 (DINS Rotary Encoder)

Fungsi Transfer dapat didefinisikan sebagai persamaan matematika yang memberikan informasi korelasi antara keluaran dengan masukan dalam suatu sistem.

Dalam sistem elektronika, masukan dapat berupa sensor atau perintah langsung dari pengguna. Sedangkan keluaran dapat berupa aktuator atau tampilan atau informasi lainnya.

Untuk kasus sensor DRN136 ini, fungsi transfer adalah korelasi antara jarak-angular yang telah ditempuh Piringan-derajat terhadap jumlah pulsa dari Piringan-derajat yang terbaca oleh Rangkaian Sensor Optocoupler-nya. Yang selanjutnya dapat diturunkan menjadi kecepatan-angular, atau jarak-linier, ataupun kecepatan-linier.

DRN136 adalah sensor rotari atau putaran dengan karakteristik khas (untuk lebih detil mengenai DRN136 silakan klik di DRN136 (DINS Rotary Encoder)):

  • Dua bagian utama:
    1. Rangkaian Sensor Optocoupler yang menggunakan sensor optocoupler tipe celah (slot) sebagai sensor pembaca perubahan posisi lubang Piringan-Derajat.
    2. Piringan-derajat dengan 36 lubang pada kelilingnya dengan sudut antar lubang yang berdampingan terhadap titik tengahnya adalah 10°.
  • Dimensi:
    • Rangkaian Sensor: 13,91mm(X) x 32,41(Y) x 1,9mm(Z)
    • Piringan-derajat: 42,64mm(Ø) x 1,9mm(Z)
  • Tegangan-tegangan operasi:
    • Sumber (VCC): 3,5 – 5,5V
    • Logika output ‘0’: 0 – 0,5V
    • Logika output ‘1’: 3 – 5V (VCC – 0,5V)
  • Logika output:
    • 0: Saat celah sensor terhalang
    • 1: Saat celah sensor tanpa-halangan
  • Kecepatan baca sensor:
    • Kondisi logika toggle (0/1): 1500Hz
    • Rotasi dengan 36 lubang: 2500RPM

Fungsi Transfer untuk DRN136 didapat melalui beberapa langkah:

  1. Dari karakteristik yang diwarnai biru, diketahui bahwa sensitivitas DRN136 adalah = 10°/Pulsa, sehingga
    • Jarak_angular (θ) = 10° x Jumlah_Pulsa …Pers. (1)
      • Jumlah_putaran = θ / 36
        • 1 putaran = 36 pulsa.
  2. Untuk mendapatkan kecepatan-angular, maka Pers. (1) dihitung dalam slot waktu tertentu:
    • Kecepatan_angular (vθ) = θ / durasi_waktu …Pers. (2)
      • Kecepatan_putaran = vθ / 36
        • Satuan ini biasanya RPM (Rotation per Minute) atau RPS (Rotation per Second).
  3. Untuk mendapatkan jarak-linier, maka dapat diturunkan dari Pers. (1):
    • Jarak_linier (s) = θ x (Keliling_roda / 360°) …Pers. (3)
      • Roda adalah mekanik yang digunakan oleh sistem di mana DRN136 menempel padanya.
  4. Untuk mendapatkan kecepatan-linier, maka Pers. (3) dihitung dalam slot waktu tertentu:
    • Kecepatan_linier (v) = s / durasi_waktu …Pers. (4)

TW: @deni_dins
FB: https://www.facebook.com/depokinstruments/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s