Servo Motor

Motor Servo

Motor Servo merupakan salah satu jenis “motor turunan” dari motor DC. Pada Gambar 1, diperlihatkan bahwa Motor Servo tersusun dari berbagai elemen dengan beberapa elemen utama yang menjadikannya motor “pintar”: Motor bersikat (brushed motor), gir penggerak (drive gears), rangkaian kendali (control circuit), dan potensiometer sebagai sensor posisi. Motor Servo adalah motor DC yang pergerakannya didasarkan pada pulsa-pulsa digital yang diterimanya. Rangkaian kendali dari Motor Servo akan mengolah lebar-pulsa-positif yang diterimanya untuk menghasilkan pergerakan yang presisi.

how-servo-motors-work-fig1

Gambar 1. Motor Servo Hi-Tec.

how-servo-motors-work-fig2

Gambar 2. Elemen Penyusun Motor Servo.

Tipe-tipe Motor Servo

Terdapat tiga tipe dasar Servo dengan berbagai ukuran:

  • Servo Rotasi Sudut, yaitu Servo yang output porosnya berputar di sekitar setengah-lingkaran atau 180 derajat. Input yang diterima akan menentukan posisi sudut statis output poros Servo. Terdapat sistem mekanikal yang mencegah putaran melibihi batas untuk melindungi sensor rotasi. Tipe Servo ini adalah tipe yang paling umum digunakan, dan dapat ditemukan di industri radio kontrol: mobil, pesawat, perahu; ataupun pada industri robot, dan banyak aplikasi industri lainnya.
  • Servo Rotasi Kontinu, yaitu Servo yang output porosnya berputar searah ataupun berlawanan-arah dengan arah putar jam (Clockwise atau Counter-Clockwise) tanpa batasan sudut. Input yang diterima akan menentukan arah dan kecepatan putaran output poros Servo. Tipe Servo ini dapat digunakan pada sebuah piringan radar pada robot, juga bisa digunakan sebagai motor penggerak pada robot mobil.
  • Servo Linear, yaitu Servo Rotasi Sudut yang telah dimodifikasi sedemikian sehingga output poros bukan bergerak dalam bentuk sudut melainkan dalam bentuk gerak lurus-linier. Tipe Servo ini tidak umum ditemukan, dan sangat spesifik terhadap fungsi-fungsi tertentu.

Teknik Pengendalian Motor Servo

Pada prinsipnya, semua tipe servo menerima sinyal input dengan konsep yang sama, sinyal PWM. Pada umumnya, suatu servo perlu menerima sinyal positif setiap 20 milidetik, dengan lebar-pulsa-positif maksimal 2 milidetik, dan minimalnya 1 milidetik (pada tipe Servo tertentu nilainya berbeda). Pada Gambar 3, ditunjukkan besar data sinyal PWM terhadap posisi sudut statis output poros dari tipe Servo Rotasi Sudut. Sedangkan pada Servo Rotasi Kontinu, lebar-pulsa-positif akan menentukan arah dan kecepatan putaran Servo.

pwm-servo-rev1

Gambar 3. Pulsa Pengendalian Motor Servo Rotasi Sudut.

Rujukan

1. http://mechatronics.mech.northwestern.edu/design_ref/actuators/servo_motor_intro.html
2. http://www.jameco.com/jameco/workshop/howitworks/how-servo-motors-work.html
3. http://www.sciencebuddies.org/science-fair-projects/project_ideas/Robotics_ServoMotors.shtml

TW: @deni_dins
FB: https://www.facebook.com/depokinstruments/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s