Aplikasi-009. Roda Pengukur Jarak Tempuh (Seri Pemantauan Rotasi [II]) / -dalam pengembangan-

Abstrak:
Aplikasi kali ini adalah suatu instrumen sederhana untuk mengukur jarak tempuh. Metode pengukuran jarak tempuh yang digunakan adalah dengan menghitung jumlah putaran suatu roda. Konversi putaran roda menjadi jarak tempuh adalah dengan cara mengubah jarak angular menjadi jarak linear:

Jarak_linear = Jarak_angular * Jari-jari_roda

Sedangkan jarak angular didapatkan dengan cara menempatkan suatu sistem sensor penghitung putaran (DI-REV1) yang terdiri atas dua bagian: piringan derajat, dan sensor pembacanya. Jarak angular adalah jumlah pulsa pembacaan sensor dikalikan dengan sudut jarak antar derajat sensor:

 Jarak_angular = Jumlah_pulsa_sensor * sudut_antar_pulsa

DI-REV1 (DI-Rotary Encoder Versi #1) adalah modul produksi DEPOK INSTRUMENTS yang terdiri atas dua bagian: Piringan derajat, dan rangkaian optocoupler tipe slot. Modul ini sangat cocok digunakan untuk menghitung sistem rotasi. Dalam tiap piringan derajat, terdapat 36 sistem gelap-terang, sehingga dalam 1 rotasi = 36 pulsa, atau sudut antara pulsa adalah 10 derajat. Modul inilah yang menjadi sensor utama yang digunakan dalam Aplikasi ini. Untuk CPU (Central Processing Unit) –nya digunakan DI-Smart AVR System atau DI-Super Smart AVR atau DI-Basic AVR, yang adalah sistem mikrokontroler yang berbasis ATmega8535(L). Sedangkan untuk menampilkan hasil dari pengukuran jarak tempuh digunakan DI-Smart LCD16X2 Board, yaitu modul LCD yang dapat menampilkan karakter ASCII sebanyak 16 kolom x 2 baris.

Ilustrasi:

Modul-Modul Depok Instruments yang Mendukung:

Blok Diagram:

Flowchart:

Skrip Program:

Iklan

Aplikasi-008. Sistem Lampu Taman Otomatis (Seri Pemantauan Cahaya [I]) / -dalam pengembangan-

Abstrak:

Aplikasi kali ini adalah suatu sistem penyalaan dan pemadaman lampu taman secara otomatis. Penyalaan dan pemadaman lampu didasarkan pada intensitas cahaya di lingkungan taman tersebut. Lampu yang diaktifkan oleh sistem terdiri dari dua lampu taman. Saat intensitas cahaya tinggi, kedua lampu akan padam secara otomatis, sedangkan saat intensitas cahaya dalam kondisi ambang, salah satu lampu akan menyala, dan pada saat intensitas cahaya rendah, kedua lampu akan menyala. Sensor yang digunakan untuk mendeteksi intensitas cahaya adalah sensor LDR (Light Dependent Resistor) atau disebut juga photo-resistor. Mikrokontroler yang digunakan sebagai pusat kendali sistem adalah ATmega8535 dari keluarga AVR. Sedangkan agar mikrokontroler dapat menyalakan dan memadamkan lampu, digunakan relay sebagai driver-nya.

Ilustrasi:

*Sebaiknya posisi LDR dan lampu tidak terlalu berdekatan agar tidak ada umpan balik yang terlalu berlebihan.

Modul-Modul Depok Instruments yang Mendukung:

Blok Diagram:

Lanjutkan membaca Aplikasi-008. Sistem Lampu Taman Otomatis (Seri Pemantauan Cahaya [I]) / -dalam pengembangan-

Aplikasi-007. Pemantau Suhu Lingkungan (Seri Pemantauan Suhu [III]) / -dalam pengembangan-

Abstrak:

Aplikasi kali ini adalah suatu sistem yang dapat memantau suhu pada suatu lingkungan. Pemantauan dilakukan di dua tempat: lokasi pengukuran, dan juga dari tempat lain. LCD 16×2 digunakan sebagai display suhu pada lokasi pengukuran, sedangkan pada tempat lain, suhu dapat dipantau dari PC, dengan menggunakan Hyper-Terminal ataupun program sejenis. Sebagai sensor suhunya digunakan sensor LM35. Sedangkan mikrokontroler yang digunakan adalah ATmega8535 dari keluarga AVR.

Ilustrasi:

*Jalur Komunikasi dapat menggunakan kabel maupun dengan nirkabel (wireless), dengan catatan perangkat nirkabel mendukung komunikasi serial-UART RS-232.

Modul-Modul Depok Instruments yang Mendukung:

Blok Diagram:

Lanjutkan membaca Aplikasi-007. Pemantau Suhu Lingkungan (Seri Pemantauan Suhu [III]) / -dalam pengembangan-